Mesin Percetakan Offset PERUM PERURI

Belanja modal (capital expenditure/capex) mesin percetakanOliver 258 2 Warna Murah. Read more ... » offset Perum PeruriPercetakan Uang | Proses Produksi Cetak. Read more ... » yang sudah teralisasi sampai saat ini sebesar Rp 250 miliar dari yang disiapkan sekitar Rp 470 miliar.

Mesin percetakan offset

Menurut finance.detik.com, realisasi belanja Perum Peruri sbb:

Capex 2011 itu hampir Rp 470 miliar. Itu realisasi sampai sekarang sudah sekitar Rp 250 miliar,” demikian disampaikan Sekretaris Perusahaan Perum Peruri, Slamet Haryono dalam acara buka puasa di Sari Kuring, Sudirman, Kamis (25/8/2011).

Slamet menambahkan, belanja modal tersebut digunakan untuk membeli barang-barang dalam meningkatkan produksi, seperti pembelian mesin percetakan offset, peralatan, dan sistem teknologi. Dirinya menambahkan, pada tahun-tahun awal investasi barang yang hanya membayar uang muka saja (down payment).

“Kan kalau belanja barang mesin percetakan, misalnya harganya Rp 100 miliar terus DP-nya Rp 20 miliar, kita harus tetap punya anggaran Rp 100 miliar,” ujarnya.

Slamet menjelaskan, untuk barang-barang keperluan, seperti mesin percetakan offset dan kertas kebanyakan didatangkan dari luar negeri. Mulai dari pemesanan sampai dengan instalasi biasanya membutuhkan waktu sekitar 6 bulan.

“Itu kan kita import mesin jadi dari mulai purchase order (pemesanan) sampai pengiriman itu bisa 6 bulan, belum waktu instalasi,” tuturnya.

Slamet juga mengungkapkan, investasi yang dilakukan Perum Peruri juga tergantung dari permintaan percetakan uangPercetakan Uang | Proses Produksi Cetak. Read more ... » dari Bank IndonesiaRyobi 1050 Offset Press. Read more ... ». Semakin besar permintaan, jumlah investasinya juga akan semakin bertambah.

Itu investasi disesuaikan juga dengan peningkatan kapasitas pencetakan uang dari Bank Indonesia. Jadi kalau mereka naikkan, kita investasi,” imbuhnya.

Lebih lanjut Slamet mengatakan, untuk biaya operasional sendiri, Perum Peruri menyiapkan dana sebesar Rp 1,9-2 triliun pada tahun 2011. “Dana yang untuk operasional antara Rp 1,9 triliun sampai Rp 2 triliun selama tahun 2011. Itu digunakan untuk seluruh biaya baik tenaga kerja dan energi,” pungkasnya.

Sumber: finance.detik.com


Print Friendly

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha Captcha Reload

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

You might also likeclose