Memberi Sedekah: TRANSAKSI dgn ALLAH



Memberi sedekah ibarat bertransaksi dagang dengan Allah SWT. Jika anda beribadah memberi sedekah secara ikhlas di jalan-Nya, Allah telah menjanjikan akan melipatgandakan sedekah anda sebesar 10 kali sampai 700 kali lipat dari nilai yang anda infakkan.

Memberi sedekah kepada anak yatim

Simaklah, kisah nyata kehebatan sedekah berikut ini…

Barang siapa menanam maka ia menuai apa yang ditanam. Barang siapa memberi sedekah maka Allah berjanji akan memberinya rezeki yang berlipat ganda sebagaimana firman Allah dalam Quran Surat Al Baqarah ayat 245:

Man dzalladzii yuqridlullaha qordlon hasanan fa yudloo’ifahu lahuu adl’afan katsirotan wallahu yaqbidlu wa yabsutlu wa ilaihi turja’uun.

Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.”

Sungguh indah firman Allah. Jika kita mau memberi rezeki di jalan Allah maka kita digambarkan memberi pinjaman pada dzat yang MahaKaya. Dan banyak orang sukses telah membuktikan keutamaan dan kehebatan sedekah:

Hendi Setiono pengusaha muda yang super  sukses dengan usaha kebab Turkinya misalnya. Hampir dalam setiap wawancara tak lupa ia menceritakan pentingnya memberi sedekah. Jika usahanya sedang mengalami kendala, tak segan-segan ia segera menghantamnya dengan memberi sedekah dalam jumlah tak sedikit.

Baginya dengan memberi ia akan menerima jauh lebih banyak. Dan karena prinsip berusaha, berdoa dan melanggengkan sedekah itulah makin hari usahanya makin berkembang.

Jika kita mau mencari, begitu banyak orang sukses yang mempercayai bahwa memberi sedekah sama dengan membuka jalan bagi pintu rezekinya.

Memberi sedekah akan menambah rezeki

Allah menyuruh kita memberi sedekah bukanlah dengan memberi dari apa yang tidak kita sukai. Jika kita saja tidak suka bagaimana orang yang kita beri akan suka. Kasus ini sering terjadi pada kasus-kasus bencana. Begitu banyak baju pantas pakai yang disumbangkan pada korban bencana.

Sayangnya baju-baju tersebut adalah baju yang sudah tidak pantas pakai. Alhasil sumbangan-sumbangan baju yang menumpuk tersebut selayaknya tempat sampah yang berpindah sebab kebanyakan sudah tak layak pakai.

Kadang pula dijumpai beberapa orang yang memberikan sumbangan makanan ketika produknya sudah kadaluwarsa atau peredarannya dilarang pemerintah karena mengandung zat berbahaya.

Hal seperti ini tak ubahnya menyebabkan keburukan pada orang lain yang tidak tahu tapi dengan kedok memberi sedekah. Sungguh keji orang yang berbuat demikian.

Hal ini terjadi karena banyak orang takut jika memberi sedekah akan mengurangi harta kekayaannya sehingga membuatnya jatuh miskin.

Padahal dalam Q.S Al-Baqarah ayat 261: Allah mengumpamakan nafkah yang dikeluarkan oleh orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir terdapat seratus biji. Allah melipat gandakan ganjaran bagi siapa saja yang dikenandakiNya.

Sementara rasa takut miskin karena memberi sedekah di jalan Allah sesungguhnya hanyalah bisikan setan agar manusia semakin jauh dari tuhannya.

Memberi dan Menerima dalam Keseharian

Prinsip memberi dan menerima ini sebenarnya tanpa sadar sering kita alami. Ketika kita menjadi sosok yang ringan tangan dan mudah menolong sesama maka orang lainpun akan senang menolong kita. Begitu pula sebaliknya.

Tatkala kita memposisikan diri menjadi sosok yang sombong, enggan membantu orang lain maka kita akan susah mendapatkan teman. Apalagi saat memerlukan bantuan, tak heran jika justru banyak yang menertawakan saat kita kena musibah.

Ikhlas dalam Bersedekah

Meski sedekah begitu besar faedahnya, tak ada artinya jika kita memberi sedekah tanpa rasa ikhlas apalagi disertai menghina orang yang kita beri sedekah.

Sebagaimana firman Allah dalam Quran Surat Al Baqarah ayat 263:

Qoulun ma’rufun wa maghfirotun khairun min shodaqotin yatba’uhaa adzaa wallahu ghoniyyun haliim.

“Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.”

Oleh karenanya, sedekah harus diiringi dengan keikhlasan agar tidak timbul dari mulut kita makian pada orang yang kita beri nafkah. Apalagi sifat riya atau pamer, sangat dihindari dalam sedekah karena hanya akan menghilangkan pahala yang kita peroleh.


Sumber inspirasi:

mesinpercetakan.com/sedekah-bisa-menunda-kematian


Print Friendly

Tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha Captcha Reload

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>